Merdekapost.co.id – Madura Culture Fest 2026 bukan cuma soal budaya dan hiburan. Di Stadion A. Yani Panglegur yang berlangsung sejak 26 Agustus sampai 4 September 2026, ada satu stan yang isinya “masa depan Sumenep” yaitu Bappeda.
Bappeda Kabupaten Sumenep hadir dengan konsep berbeda. Mereka membungkus informasi pembangunan jadi sesuatu yang gampang dipahami dan menarik.
Di dalam stan, pengunjung bisa nonton langsung tayangan tentang RPJMD, hasil-hasil pembangunan, perubahan pelayanan publik, hingga arah kebijakan berkelanjutan di masa kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
Dr. Ir. Arif Firmanto, Kepala Bappeda Sumenep menyebut ini cara baru mendekatkan pemerintah ke masyarakat.
“Kita hadir tidak hanya seremonial. Kami bawa tema pelayanan pemerintah dan pembangunan berkelanjutan. Biar masyarakat tahu proses perencanaan dan transformasinya,” kata Arif, Rabu 26 Agustus 2026 malam.
Biar tidak kaku, Bappeda menyelipkan unsur budaya. Miniatur Pendopo Agung jadi pusat perhatian. Tujuannya sederhana untuk mengingatkan generasi sekarang bahwa pembangunan Sumenep punya akar sejarah dari Keraton.
“Miniatur itu untuk menyampaikan bahwa Sumenep punya sejarah dengan keratonnya,” terang Arif.
Anak muda juga dimanjakan. Ada booth selfie yang jadi daya tarik. Selain itu Bappeda menggelar lomba anyaman bambu untuk mendorong ekonomi kreatif dan menggali potensi warga.
Lewat MCF, Bappeda ingin mengubah peran warga. Dari yang tadinya hanya menerima, sekarang diajak paham dan ikut mengawal pembangunan.
“Kami ingin masyarakat tahu arah kebijakan yang sedang disusun. Dengan begitu keterlibatan publik dalam membangun Sumenep akan lebih kuat,” pungkasnya.(*)
Penulis : Zainury
Editor : Redaksi






