Pilkades Serentak Sumenep Bakal Gunakan E-Voting, DPRD Dorong Penerapan Merata di Semua Desa

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merdekapost.co.id – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sumenep berpeluang memasuki babak baru. Pemerintah daerah mulai mengarahkan pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa tersebut menggunakan sistem electronic voting atau e-voting.

Rencana itu mendapat respons positif dari DPRD Sumenep. Namun, kalangan legislatif mengingatkan agar penggunaan teknologi tidak sekadar mengubah cara masyarakat memberikan suara. Lebih dari itu, e-voting harus mampu menjadi bagian dari pembenahan demokrasi desa secara menyeluruh.

Anggota Komisi I DPRD Sumenep, Ahmad Juhairi, mengatakan dirinya mendukung penerapan e-voting sepanjang sistem tersebut benar-benar diarahkan untuk meminimalkan potensi kecurangan dan menciptakan proses pemilihan yang lebih adil.

“Iya, kalau saya, selagi dimaksudkan untuk meminimalisir kecurangan dan demokrasi berjalan secara adil, saya dalam posisi ini mendukung,” kata Ahmad Juhairi.

Menurut Juhairi, persoalan Pilkades tidak hanya terletak pada mekanisme pemungutan suara. Aturan mengenai pencalonan kepala desa juga perlu dievaluasi agar sistem pemilihan yang diterapkan mampu menghasilkan kompetisi politik yang sehat dan setara.

Ia menilai terdapat sejumlah persyaratan pencalonan yang perlu dikaji kembali, salah satunya berkaitan dengan mekanisme pemeringkatan ketika jumlah calon kepala desa lebih dari lima orang.

Bagi Juhairi, setiap ketentuan yang berpotensi mengurangi prinsip keadilan dalam demokrasi seharusnya diperbaiki. Dengan begitu, penerapan e-voting tidak berjalan sendiri tanpa diikuti pembenahan regulasi.

“Kita mendorong syarat yang sekiranya membuat demokrasi kita tidak adil harus dihapus,” tegasnya.

Juhairi juga menyoroti rencana penerapan e-voting dalam Pilkades yang digelar secara serentak. Ia meminta pemerintah daerah tidak menerapkan sistem tersebut hanya di sejumlah desa, sementara desa lainnya tetap menggunakan metode pemungutan suara manual.

Menurutnya, jika Pilkades dilaksanakan dalam satu momentum secara serentak, seluruh desa yang menjadi peserta seharusnya menggunakan mekanisme pemilihan yang sama.

“Karena ini serentak, kemarin saya mendorong kepada dinas terkait agar seluruh desa harus menerapkan e-voting. Jangan sampai hanya sebagian desa,” ujarnya. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : Zainury

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pimpin Upacara Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Achmad Fauzi Dorong Kebersamaan Membangun Daerah
Lepas Kontingen POPDA Jatim 2026, Wabup Sumenep Tekankan Sportivitas dan Prestasi
Kopi Gratis PC ISNU Sumenep Warnai Malam Puncak Hari Santri 2026
Pimpin Apel Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
Pimpin Apel Hari Santri Nasional, Wabup Sumenep Tekankan Disiplin ASN
BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026, Perkuat Dukungan bagi UMKM Madura
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri
Bupati Sumenep Lepas JJS Politik yang Diselenggarakan DPRD

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Pimpin Upacara Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Achmad Fauzi Dorong Kebersamaan Membangun Daerah

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Lepas Kontingen POPDA Jatim 2026, Wabup Sumenep Tekankan Sportivitas dan Prestasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Kopi Gratis PC ISNU Sumenep Warnai Malam Puncak Hari Santri 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pimpin Apel Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Pimpin Apel Hari Santri Nasional, Wabup Sumenep Tekankan Disiplin ASN

Berita Terbaru