Merdekapost.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep membuka lagi pintu dialog dengan warganya. Lewat Program PosCurhat, Bappeda Sumenep menyiapkan ruang khusus agar suara masyarakat bisa langsung sampai ke pemerintah.
Bukan cuma tempat ngadu, PosCurhat dirancang jadi jembatan dua arah. Warga bisa curhat soal masalah sehari-hari, sekaligus kasih ide buat pembangunan di daerahnya.
“PosCurhat ini fungsinya lebih luas dari sekadar kotak pengaduan. Kami ingin tahu langsung apa yang dirasakan masyarakat. Setiap aspirasi pasti akan kami tindaklanjuti,” kata Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, Rabu 20 Agustus 2026.
Yang menarik, PosCurhat kali ini punya fokus khusus perempuan. Langkah ini sejalan dengan Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Gender. Pemkab ingin memastikan perempuan punya ruang aman dan nyaman untuk bicara soal kebutuhan dan persoalannya.
“Media ini jadi wadah bagi perempuan untuk menyampaikan persoalan kepada pemerintah. Kami ingin menciptakan ruang yang adil dan setara,” tegas Arif.
Program ini sebenarnya bukan hal baru. Dulu PosCurhat sudah ada di beberapa desa, tapi jalannya kurang maksimal. Kini Pemkab berkomitmen menghidupkan lagi dan memperluas jangkauannya.
Targetnya PosCurhat harus ada di seluruh desa se-Sumenep agar warga nggak perlu lagi nunggu forum resmi atau datang jauh-jauh ke kantor untuk didengar.
“Kalau sudah ada di desa, komunikasi akan lebih cair. Aspirasi dari bawah bisa langsung jadi bahan kami menyusun kebijakan dan prioritas pembangunan,” jelas Arif.
Bappeda berharap, dengan PosCurhat yang aktif, pembangunan di Sumenep jadi lebih inklusif. Suara dari bawah, termasuk dari kaum perempuan, benar-benar masuk dalam perencanaan daerah.
“Intinya, kami ingin PosCurhat jadi media komunikasi yang nyata antara masyarakat dan pemerintah untuk membangun Sumenep yang lebih baik,” pungkasnya.(*)
Penulis : Zainury
Editor : Redaksi






