Merdekapost.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep semakin serius menggalakkan program “Jum’at Bersih” sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri. Program ini tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi juga bagian dari gerakan kolektif yang melibatkan berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat.
Upaya ini selaras dengan semangat yang kerap disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengajak seluruh elemen bangsa untuk membudayakan hidup bersih melalui seruan “kurve, kurve, kurve bersih-bersih” dalam berbagai kesempatan. Seruan tersebut menjadi penguat komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kesadaran kebersihan secara luas.
Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, menjelaskan bahwa program Jum’at Bersih merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati Sumenep yang dituangkan dalam surat edaran resmi. Melalui kebijakan tersebut, seluruh aparatur pemerintah diwajibkan berpartisipasi aktif dalam kegiatan bersih-bersih setiap hari Jumat.
“Jum’at Bersih ini dilaksanakan oleh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, terutama saat pelaksanaan work from home (WFH). Kami ingin memastikan bahwa meskipun bekerja dari rumah, ASN tetap berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Anwar menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat edaran kepada berbagai instansi, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di wilayah Sumenep. Tujuannya adalah agar seluruh pihak dapat berperan aktif dan menjadikan kegiatan ini sebagai budaya bersama, bukan sekadar program sesaat.
Pelaksanaan Jum’at Bersih difokuskan pada wilayah perkotaan dengan sistem lokasi yang berpindah-pindah. Penentuan titik kegiatan dilakukan berdasarkan hasil survei lapangan, sehingga area yang dianggap membutuhkan penanganan lebih dapat menjadi prioritas. Dengan sistem ini, diharapkan seluruh sudut kota dapat tersentuh secara merata.
Tidak hanya di tingkat kabupaten, gerakan ini juga diperluas hingga ke tingkat kecamatan. DLH Sumenep mendorong pemerintah kecamatan untuk mengambil peran aktif dengan menginstruksikan kegiatan serupa di wilayah masing-masing. Bahkan, ajakan tersebut dilanjutkan hingga ke tingkat desa agar dampak program semakin luas dan berkelanjutan.
“Kami juga mengajak pihak kecamatan untuk meneruskan instruksi ini kepada pemerintah desa. Harapannya, gerakan ini bisa menjadi kebiasaan bersama, dari tingkat kabupaten hingga desa,” tambah Anwar.
Selain melibatkan unsur pemerintahan, DLH Sumenep turut menggandeng berbagai organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat pelaksanaan kegiatan. Salah satu di antaranya adalah Gerakan Pemuda Ansor, serta organisasi lainnya yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Kolaborasi ini dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi publik sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan.
Sebagai bentuk dukungan, DLH Sumenep juga menyediakan berbagai sarana dan prasarana penunjang, seperti alat kebersihan dan fasilitas pendukung lainnya. Hal ini dilakukan agar kegiatan Jum’at Bersih dapat berjalan efektif dan memberikan hasil yang optimal di lapangan.
Dengan semakin masifnya pelaksanaan program Jum’at Bersih, pemerintah berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dapat terus meningkat. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih dan indah, tetapi juga sehat dan nyaman untuk ditinggali oleh seluruh masyarakat Sumenep.
“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan,” tukasnya.(*)
Penulis : Zainury
Editor : Redaksi






