Merdekapost.co.id – Ribuan warga memadati kawasan Monumen Arek Lancor, Pamekasan, pada Sabtu (30/5/2026) untuk mengikuti Festival Berkah yang diselenggarakan oleh Royco bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini dikemas dalam konsep makan besar bersama masyarakat dengan menyediakan 5.000 porsi bakso gratis.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Pamekasan mulai berdatangan untuk meramaikan acara tersebut. Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean di sejumlah titik pembagian bakso yang telah disiapkan panitia. Meski dipadati pengunjung, kegiatan berlangsung tertib dan penuh keakraban.
Festival Berkah tidak hanya menjadi ajang berbagi makanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga. Acara ini menghadirkan suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Madura.
Bupati Pamekasan, Kh. Kholilurrahaman hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah pejabat daerah dan perwakilan Royco. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara pihak swasta dan pemerintah daerah dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurut Bupati, kegiatan seperti Festival Berkah mampu menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, acara tersebut juga dinilai mampu menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kegiatan karena banyak pelaku usaha kecil yang turut merasakan dampaknya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyinggung penggunaan istilah yang selama ini sering diucapkan masyarakat Madura, yakni “toron” atau turun ke Madura dan “ongghe” atau naik ke Jawa. Ia mengajak masyarakat untuk mulai meninggalkan penggunaan istilah tersebut karena dinilai tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman.
“Sudah saatnya kita mengubah cara pandang. Tidak perlu lagi menggunakan istilah toron ke Madura atau ongghe ke Jawa. Madura dan Jawa sekarang berada pada posisi yang setara,” tegas Bupati dalam sambutannya di hadapan ribuan peserta festival.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan Jembatan Suramadu telah menjadi simbol keterhubungan yang menghapus sekat geografis antara Madura dan Jawa. Infrastruktur tersebut membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat Madura untuk berkembang dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, ekonomi, investasi hingga pariwisata.
Festival Berkah ditutup dengan makan bersama dan pembagian seluruh 5.000 porsi bakso kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung meriah itu menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan terhadap Kabupaten Pamekasan. (*)
Penulis : M. Niqris Z
Editor : Redaksi






