RSUDMA Sumenep Kantongi Program KJSU Nasional 2026, Layanan Penyakit Kritis Siap Diperkuat

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merdekapost.co.id – Komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan di daerah terus diwujudkan. Salah satunya melalui penunjukan RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep sebagai penerima Program Prioritas Nasional Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) dari Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2026.

Masuknya RSUDMA dalam program nasional tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Kabupaten Sumenep. Kehadiran layanan KJSU diharapkan mampu mendekatkan akses pelayanan kesehatan spesialis sekaligus mengurangi kebutuhan pasien untuk menjalani pengobatan ke rumah sakit rujukan di luar daerah.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. H. Erliyati, M.Kes, menyebutkan bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah paling timur Pulau Madura tersebut.

> “Alhamdulillah, pada tahun 2026 RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mendapatkan Program KJSU dari Kementerian Kesehatan. Ini adalah amanah besar sekaligus bukti bahwa rumah sakit daerah mampu berkembang menjadi pusat layanan kesehatan rujukan yang lebih kuat dan berkualitas,” ujar dr. Erliyati, Sabtu (20/6/2026).

Program KJSU sendiri merupakan salah satu prioritas nasional yang fokus pada penguatan pelayanan penyakit katastropik, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi. Penyakit-penyakit tersebut masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian di Indonesia sehingga membutuhkan dukungan fasilitas dan tenaga medis yang memadai.

Melalui program tersebut, pemerintah pusat akan memberikan berbagai dukungan mulai dari pembangunan sarana dan prasarana, pengadaan alat kesehatan berteknologi modern, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Menurut dr. Erliyati, keberadaan layanan KJSU menjadi kebutuhan yang sangat penting karena tingginya kasus penyakit tidak menular yang memerlukan penanganan cepat dan berkelanjutan.

“Kanker, penyakit jantung, stroke, dan gangguan uronefrologi masih menjadi penyumbang angka kematian yang cukup tinggi. Karena itu pemerintah memberikan perhatian khusus melalui Program KJSU agar layanan kesehatan untuk penyakit-penyakit tersebut semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.

Sebagai bagian dari implementasi program, saat ini pembangunan gedung khusus KJSU di lingkungan RSUDMA Sumenep masih berlangsung. Gedung tersebut nantinya akan menjadi pusat layanan terpadu bagi pasien dengan penyakit kritis yang membutuhkan penanganan spesialis.

Rumah sakit menargetkan seluruh fasilitas pendukung dapat rampung sesuai jadwal sehingga layanan unggulan tersebut dapat mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2027.

“Pembangunan gedung KJSU saat ini masih berproses. Kami optimistis dan berikhtiar agar seluruh fasilitas dapat selesai sesuai target sehingga pada tahun 2027 layanan ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal,” tegasnya.

Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, RSUDMA juga mempersiapkan tenaga medis untuk memastikan pelayanan berjalan optimal. Saat ini tenaga kesehatan untuk layanan kanker dan uronefrologi telah tersedia. Sementara dokter spesialis jantung masih menjalani pendidikan lanjutan sebelum kembali bertugas di RSUDMA.

Adapun kebutuhan tenaga medis untuk layanan stroke masih terus dipenuhi agar seluruh komponen pelayanan KJSU dapat berjalan secara komprehensif dan berkesinambungan.

Dengan hadirnya layanan tersebut, masyarakat Sumenep diharapkan bisa memperoleh pelayanan kesehatan spesialis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota-kota besar.

“Harapan kami sederhana, masyarakat Sumenep tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan spesialis. Kami ingin seluruh pasien bisa memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan berkualitas di rumah sakit kebanggaan masyarakat Sumenep ini,” pungkas dr. Erliyati.(*)

Facebook Comments Box

Penulis : Zainury

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Lima Tahun Konsisten Tekan Stunting, KEI Raih Apresiasi dari Bupati Sumenep
Bukan Abaikan Aturan, SPPG Rubaru 2 Ungkap Alasan Sajikan Nasi Goreng dalam Program MBG
Perkuat Konektivitas Kepulauan, Bupati Sumenep Koordinasi dengan Kemenhub
Akhmadi Yasid Klarifikasi Foto Viral: Dokumentasi 2014, Bukan Pernikahan Baru
BK DPRD Sumenep Tutup Mulut Terkait Foto Viral Ahmadi Yazid dengan Seorang Perempuan
Bupati Sumenep Kenakan Baju Adat Sulawesi Selatan, Tegaskan Pesan Persatuan dalam Keberagaman
Foto Viral Ahmadi Yazid Terus Mengemuka, Ketua PKB Sumenep Akan Panggil yang Bersangkutan
Direktur RSUD dan Kepala BPJS Kesehatan Sumenep Kompak Kenakan Busana Adat di Upacara Kemerdekaan

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Lima Tahun Konsisten Tekan Stunting, KEI Raih Apresiasi dari Bupati Sumenep

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Bukan Abaikan Aturan, SPPG Rubaru 2 Ungkap Alasan Sajikan Nasi Goreng dalam Program MBG

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:40 WIB

Perkuat Konektivitas Kepulauan, Bupati Sumenep Koordinasi dengan Kemenhub

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Akhmadi Yasid Klarifikasi Foto Viral: Dokumentasi 2014, Bukan Pernikahan Baru

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:50 WIB

BK DPRD Sumenep Tutup Mulut Terkait Foto Viral Ahmadi Yazid dengan Seorang Perempuan

Berita Terbaru