Merdekapost.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan keseriusannya dalam membenahi birokrasi dengan langkah strategis dengan mengisi jabatan-jabatan kunci yang diyakini mampu mendorong percepatan pembangunan. Di antaranya adalah posisi staf ahli Bupati, yang kini diisi oleh figur-figur pilihan.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa staf ahli bukan sekadar jabatan formal, melainkan “mesin pemikir” di balik kebijakan daerah. Dari tangan mereka, lahir analisis tajam, kajian mendalam, hingga rekomendasi yang menjadi pijakan dalam setiap keputusan penting.
“Posisi ini sangat strategis. Dibutuhkan profesionalisme, ketajaman berpikir, dan tanggung jawab penuh,” ujarnya saat pelantikan di Kantor Bupati, Rabu (08/04/2026).
Lebih dari itu, staf ahli dituntut mampu membaca arah zaman. Mereka harus peka terhadap perubahan sosial, dinamika ekonomi, hingga tantangan pembangunan yang terus bergerak. Setiap masukan yang diberikan tidak boleh sekadar normatif, tetapi harus solutif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Bupati pun mendorong agar para pejabat berani menyampaikan gagasan secara objektif dan konstruktif. Baginya, kemajuan daerah hanya bisa dicapai jika ada keberanian untuk berpikir kritis dan menawarkan solusi.
Tak hanya fokus pada staf ahli, Bupati juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk terus mengasah kompetensi. Pembelajaran berkelanjutan menjadi kunci agar aparatur tetap relevan di tengah perubahan kebijakan, baik di tingkat regional maupun nasional.
Momentum pelantikan ini semakin lengkap dengan dikukuhkannya Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) serta penyerahan SK kepada 34 ASN baru, yang terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Mereka diharapkan menjadi energi baru dalam meningkatkan kualitas layanan publik.
“Jadikan ini sebagai ladang pengabdian. Tunjukkan kinerja terbaik, jaga kepercayaan, dan berikan kontribusi nyata,” pesan Bupati.
Adapun nama-nama yang kini mengemban amanah sebagai staf ahli adalah Joko Satrio (Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan), Hizbul Wathan (Pemerintahan, Hukum, dan Politik), serta Dedi Falahuddin (Kemasyarakatan dan SDM). Sementara posisi Kepala BRIDA dipercayakan kepada Siswahyudi Bintoro.
Penulis : Zainury
Editor : Redaksi






