Pemkab Sumenep Rencanakan Anggaran Khusus untuk Pengawasan Program BSPS

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Merdekapost.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana mengalokasikan anggaran khusus untuk pengawasan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Langkah ini diambil guna memperkuat kontrol dan mencegah terulangnya berbagai persoalan yang pernah terjadi pada pelaksanaan program sebelumnya.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan bahwa pemerintah daerah diminta oleh pemerintah pusat untuk ikut serta menganggarkan biaya pengawasan terhadap program tersebut. Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi kunci agar pelaksanaan BSPS berjalan lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran.

“Pemerintah pusat menginginkan pemerintah daerah ikut mengawasi program BSPS, termasuk dengan menyiapkan anggaran pengawasan,” kata Bupati Fauzi usai menghadiri acara pelantikan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton,
Selasa (05/05/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa ke depan akan ada mekanisme koordinasi atau desk (deks) yang dibentuk untuk seluruh pemerintah daerah, khususnya di wilayah Jawa Timur yang menerima program BSPS. Desk tersebut akan dilaksanakan di tingkat provinsi sebagai forum koordinasi lintas daerah.

Berdasarkan informasi terakhir, Kabupaten Sumenep mendapatkan sekitar 500 unit bantuan BSPS yang tersebar di wilayah daratan hingga kepulauan. Dengan cakupan wilayah yang luas tersebut, pengawasan dinilai menjadi aspek yang sangat penting.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Sumenep memperkirakan akan mengalokasikan anggaran pengawasan sebesar Rp250 juta. Anggaran ini diharapkan dapat memperkuat fungsi kontrol pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Meski tim pengawas dari provinsi tetap ada, pemerintah daerah kini ingin memiliki kewenangan yang lebih kuat. Dengan adanya anggaran pengawasan, Pemkab Sumenep dapat melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait seperti koordinator kabupaten (korkab) maupun pihak pelaksana lainnya jika ditemukan indikasi pelanggaran.

“Kalau sebelumnya kita tidak bisa memanggil mereka, sekarang tujuannya agar kita punya kewenangan untuk menegur dan memanggil, sehingga tidak terjadi lagi kejadian seperti tahun sebelumnya,” tukasnya. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : Zainury

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pimpin Upacara Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Achmad Fauzi Dorong Kebersamaan Membangun Daerah
Haul Raja-Raja Madura, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Rawat Sejarah dan Budaya Leluhur
Lepas Kontingen POPDA Jatim 2026, Wabup Sumenep Tekankan Sportivitas dan Prestasi
Kopi Gratis PC ISNU Sumenep Warnai Malam Puncak Hari Santri 2026
Pimpin Apel Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian
Pimpin Apel Hari Santri Nasional, Wabup Sumenep Tekankan Disiplin ASN
BPRS Bhakti Sumekar Raih Sharia Award 2026, Perkuat Dukungan bagi UMKM Madura
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:22 WIB

Pimpin Upacara Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Achmad Fauzi Dorong Kebersamaan Membangun Daerah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:42 WIB

Haul Raja-Raja Madura, Bupati Sumenep Ajak Masyarakat Rawat Sejarah dan Budaya Leluhur

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Lepas Kontingen POPDA Jatim 2026, Wabup Sumenep Tekankan Sportivitas dan Prestasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Kopi Gratis PC ISNU Sumenep Warnai Malam Puncak Hari Santri 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Pimpin Apel Hari Santri 2026, Bupati Sumenep Tekankan Ilmu, Akhlak, dan Kemandirian

Berita Terbaru