Mengenal Lebih Jauh Kabag Kesra Sumenep, Seorang Anak Petani yang Kini Mengemban Amanah Strategis

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kamiluddin, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep.

Kamiluddin, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep.

Merdekapost.co.id – Di sebuah desa sederhana di Kabupaten Sumenep, lahirlah seorang anak petani yang kelak mengabdikan hidupnya untuk pendidikan, masyarakat, dan pemerintahan. Dialah Kamiluddin, lahir pada 3 Maret 1976 dari pasangan Moh. Maja dan Zainaba, dua sosok petani sederhana yang meski tak pernah mengenyam pendidikan formal, berhasil menanamkan nilai-nilai kehidupan yang jauh lebih berharga yakni kerja keras, kesabaran, keikhlasan, dan semangat pantang menyerah.

Masa kecil Kamiluddin diwarnai berbagai keterbatasan. Rumah keluarganya belum menikmati aliran listrik, sehingga lampu petromak menjadi penerang setiap malam. Air bersih pun harus diperoleh dengan berjalan kaki menuju sumur atau sungai. Namun, keterbatasan itu tidak pernah menjadi alasan untuk menyerah. Justru dari lingkungan sederhana itulah tumbuh karakter tangguh yang kelak menjadi bekal dalam menapaki perjalanan hidup.

Pendidikan dasarnya ditempuh di MI Darul Ulum, Desa Beraji, Kecamatan Gapura. Di tengah fasilitas yang serba terbatas, ia menunjukkan semangat belajar yang tinggi. Sejak usia dini, ia juga menimba ilmu agama di lingkungan pesantren. Kehidupan sebagai santri mengajarkannya arti disiplin, kesederhanaan, dan pengabdian.

Ketika Pondok Pesantren Al-Karimiyyah mulai dirintis oleh KH. A. Busyro Karim pada tahun 1987, Kamiluddin menjadi bagian dari generasi awal yang turut tumbuh bersama pesantren tersebut. Ketekunan dan kecintaannya terhadap ilmu membuatnya dipercaya mengajar teman-teman sesama santri sejak usia muda. Pengalaman itu menjadi awal lahirnya jiwa pendidik dan pelayan masyarakat dalam dirinya.

Perjalanan pendidikan berlanjut hingga ke bangku perguruan tinggi. Pada tahun 1997, ia berangkat ke Malang untuk menempuh studi di STAIN Malang, yang kini menjadi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Masa kuliah dijalani di tengah badai krisis ekonomi nasional. Dengan kiriman uang yang sangat terbatas dari orang tua, ia belajar hidup hemat dan mandiri. Berkat ketekunan, kerja keras, serta dukungan beasiswa, ia berhasil menyelesaikan studi dengan prestasi membanggakan dan meraih IPK 3,71.

Tahun 2002 menjadi awal babak baru kehidupannya. Selain mulai mengabdi sebagai Tenaga Harian Lepas di Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, ia juga membangun rumah tangga bersama Ainur Rohmah. Dari keluarga sederhana yang mereka bangun, lahirlah tiga orang anak yang menjadi sumber semangat dalam setiap langkah perjuangan.

Kariernya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep berkembang melalui proses panjang dan penuh dedikasi. Setelah mengabdi selama beberapa tahun sebagai tenaga harian, pada tahun 2009 ia diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2010. Amanah yang semakin besar kemudian diberikan kepadanya seiring dengan pengalaman dan kinerja yang ditunjukkan.

Pada tahun 2012, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Seksi Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep. Dalam posisi tersebut, ia terlibat langsung dalam berbagai upaya penanganan dan mitigasi bencana serta pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Selanjutnya, pada Januari 2017, ia mendapat amanah sebagai Kepala Sub Bagian Kemasyarakatan pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep. Jabatan ini memperluas ruang pengabdiannya dalam bidang sosial kemasyarakatan, keagamaan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kepercayaan kembali diberikan kepadanya pada 27 Juli 2018 saat dilantik sebagai Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumenep. Dalam jabatan tersebut, ia bertanggung jawab mengelola berbagai program rehabilitasi sosial dan pemberdayaan masyarakat rentan.

Karier pengabdiannya terusberlanjut ketika pada 29 Juli 2019 ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep. Hingga kini, ia masih menjalankan tugas tersebut dengan penuh dedikasi, menjadikannya salah satu jabatan yang paling lama diemban dalam perjalanan kariernya. Dalam posisi strategis ini, Kamiluddin berperan aktif mengoordinasikan dan mendukung berbagai program di bidang sosial, keagamaan, pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selama masa pengabdiannya, berbagai program dan kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat terus diupayakan sebagai wujud komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi Kabupaten Sumenep.

Di tengah kesibukan menjalankan tugas pemerintahan, semangat belajarnya tidak pernah surut. Pada tahun 2020, saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, ia melanjutkan pendidikan Magister (S2) Program Studi Manajemen Administrasi Publik di Universitas WR. Supratman Surabaya. Pendidikan tersebut ditempuh secara daring sambil tetap menjalankan tugas kedinasan dan tanggung jawab keluarga. Baginya, pendidikan merupakan investasi sepanjang hayat sekaligus teladan bagi generasi muda untuk terus belajar tanpa mengenal usia.

Kepercayaan terhadap kapasitas dan integritasnya kembali dibuktikan ketika pada 1 Juli 2025 ia memperoleh amanah tambahan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bluto, di samping tetap menjalankan tugas sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sumenep.

Meski telah menduduki berbagai jabatan strategis, Kamiluddin tidak pernah melupakan akar kehidupannya. Hingga saat ini, ia masih aktif mengajar di Pondok Pesantren Al-Karimiyyah sebagai bentuk penghormatan kepada para guru dan pesantren yang telah membentuk karakter serta perjalanan hidupnya. Baginya, setiap jabatan bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah untuk memperluas manfaat dan pengabdian kepada masyarakat.

Perjalanan hidup Kamiluddin merupakan cerminan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dari seorang anak petani yang tumbuh dalam kesederhanaan, ia berhasil membuktikan bahwa kerja keras, ketekunan, doa orang tua, dan semangat mengabdi mampu mengantarkan seseorang menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang. Kisah hidupnya menjadi inspirasi bahwa pengabdian yang tulus akan selalu menemukan jalannya menuju keberkahan dan kemanfaatan bagi sesama. (*)

 

Facebook Comments Box

Penulis : Zainury

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:43 WIB

Mengenal Lebih Jauh Kabag Kesra Sumenep, Seorang Anak Petani yang Kini Mengemban Amanah Strategis

Berita Terbaru