Merdekapost.co.id – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Al-Karimiyyah saat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik pada Sabtu (16/05/2026). Ribuan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Kecamatan di Sumenep memadati lokasi sejak pagi, menunjukkan antusiasme besar terhadap kepengurusan baru organisasi Islam terbesar di Madura tersebut.
Pelantikan berlangsung penuh semangat kebangkitan organisasi dengan mengusung tema “Transformasi Jam’iyah dalam Berkhidmat untuk Kemaslahatan Umat”. Kehadiran para kiai, habaib, tokoh masyarakat, hingga para santri semakin menambah suasana religius dan penuh kekeluargaan.
Prosesi dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama terkait pengesahan kepengurusan PCNU Sumenep periode 2026–2031 oleh Sekretaris PWNU Jawa Timur, KH Muhammad Faqih. Momen sakral kemudian berlanjut saat Rais PBNU, KH Abd A’la Basyir menyerahkan tongkat kepemimpinan kepada Ketua PCNU Sumenep terpilih, KH Md Widadi Rahim.
Simbol amanah keulamaan juga ditandai dengan pengalungan tasbih kepada Rais Syuriyah PCNU Sumenep, KH Washil Hasyim. Suasana cair sempat tercipta ketika KH Abd A’la Basyir memandu pembacaan baiat pengurus dengan pesan ringan namun penuh makna.
“Untuk pengurus PCNU Sumenep yang akan dilantik, saya akan membacakan baiat mohon ditirukan. Monggo dan jangan tegang,” ujarnya disambut senyum para pengurus dan hadirin.
Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat konsolidasi Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sumenep. Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat struktur jam’iyah hingga tingkat bawah sekaligus menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Sejumlah ulama kharismatik masuk dalam jajaran Mustasyar, di antaranya KH Ahmad Sa’duddin, KH Amiruddin Jazuli, KH Hafidzi Syarbini, serta Habib Ja’far Shoid Al-Jufri. Sementara posisi Katib Syuriyah dijabat KH Bahrul Widad dan Sekretaris Tanfidziyah dipercayakan kepada H Damanhuri.
Tak hanya diperkuat kalangan ulama, susunan A’wan juga melibatkan tokoh akademisi dan birokrat seperti H Achmad Fauzi Wongsojudo, KH Imam Hasyim, serta KH Ilyasi Siradj.
Ketua PCNU Sumenep, KH Md Widadi Rahim menegaskan bahwa kepengurusan baru akan fokus pada penguatan pelayanan umat, pengembangan kelembagaan NU hingga tingkat ranting, serta penguatan dakwah di era digital.
Menurutnya, NU harus hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, hingga pelayanan sosial keagamaan.
“NU harus semakin dekat dengan masyarakat. Khidmat NU bukan hanya di mimbar, tetapi juga hadir dalam pendidikan, sosial, ekonomi dan pemberdayaan umat,” tegasnya.
Pelantikan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru gerakan Nahdlatul Ulama di ujung timur Pulau Madura. Dengan semangat transformasi jam’iyah, PCNU Sumenep diharapkan mampu menjaga tradisi Islam moderat sekaligus adaptif menghadapi perkembangan zaman.
Penulis : Zainury
Editor : Redaksi






